NEGARA LAIN SAJA BANGGA

Apa yang harus kita banggakan ??.

Fakta Tentang Rakyat Indonesia

selogannya tetap DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT

Anda taruh uang saya yang makan

BANGGA DENGAN HARTA YANG TAK MASUK AKAL.

TIKUS TIKUS NEGARA

TEMPATMU DI NERAKA MAMPIR KE JAKARTA DULU YA.

KORUPTO

HEBAT KARNA JADI RAYAP

SIAPA YAA

GEBRAKAN YANG DITUNGGU RAKYAT

Kamis, 17 Januari 2013

Perhitungan KORUPTOR


Korupsi menjadi momok disemua aspek dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya aspek ekonomi melainkan aspek politis pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan lainnya.

Yang paling parah adalah dengan maraknya budaya korupsi moral dan akhlak suatu bangsa bisa sangat rusak karena hal tersebut sama halnya dengan mengisap darah kaum miskin dan rakyat pada umumnya. Oleh karenanya kenapa kita semua menginginkan praktek korupsi bisa diberantas habis sampai ke akar-akarnya dari bumi pertiwi yang tercinta ini.

Namun sejauh ini kenapa upaya pemberantasan korupsi sangat sulit dicapai, pasti selalu ada saja pihak yang merasa dirugikan dengan adanya upaya pemberantasan korupsi, siapa mereka tentunya mereka adalah pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktek korupsi.

Mari kita mencoba menghitung secara matematis alias hitung-hitungan angka kenapa korupsi susah sekali diberantas di Indonesia, inilah kira kira hitungan matematisnya. Pertama, mari kita asumsikan nilai semua huruf abjad berderet mulai dari A=1 , B = 2 dan seterusnya seperti tabel dibawah ini:





Lalu mari kita hitung satu demi satu komponen-komponen yang mendukung kepada sebuah kesuksesan, karena umumnya orang dalam hidupnya harus menggunakan komponen ini untuk mencapai kesuksesan dalam hidup.
1. Komponen Kerja Keras (Hardwork)
H-A-R-D-W-O-R-K (kerja keras)
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + 15 + 18 + 11 = 98% , artinya dengan melakukan kerja keras kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 98 persen

2. Komponen Wawasan dan Pengetahuan (Knowledge)
K-N-O-W-L-E- D-G-E (pengetahuan)
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96% , artinya dengan memiliki pengetahuan (knowledge) kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 96 persen

3. Komponen Pendekatan Pribadi (Lobbying)
L-O-B-B-Y-I- N-G (pendekatan)
12 + 15 + 2 + 2 + 25 + 9 + 14 + 7 = 86%, artinya dengan memiliki kemampuan lobbying yang bagus kita punya potensi mencapai kesuksesan sebesar 86 persen

4. Komponen Keberuntungan (Lucky)
L-U-C-K-Y (keberuntungan)
12 + 21 + 3 + 11+25 = 72%, artinya faktor keberuntungan ternyata hanya menyumbang 72 persen dari proses mencapai sebuah kesuksesan

5. Komponen Sikap ( Attitude)
A-T-T-I-T-U-D-E (sikap/tingkah laku)
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%, luar biasa, bila anda ingin sepenuhnya sukses dengan meyakinkan maka benahilah sikap dan tingkah laku Anda karena itulah komponen terbesar dari sebuah kesuksesan.

Sayangnya kita harus menyesuaikan dengan konten atau kandungan lokal bila ingin diterapkan di Indonesia, yaitu kita perlu sesuaikan dengan bahasa kita, karena komponen diatas adalah komponen Bahasa Inggris, nah bila diterapkan disini atau di translate ternyata akan menjadi seperti ini hasilnya

1. Komponen Hardwork (gigih)
G-I-G-I-H (hardwork)
7 + 9 + 7 + 9 + 8 = 40 % punya komponen gigih di negeri ini cuma bisa memberikan kontribusi pada kesuksesan sebesar 40 persen saja

2. Komponen Knowledge (ilmu)
I-L-M-U (Knowledge)
9 + 12 + 13 + 21 = 55 % punya ilmu yang cukup disini, juga hanya memberikan kontribusi sebesar 55 persen dari sebuah kesuksesan saja.

3. Komponen Lobi (Lobbying)
L-O-B-I (Lobbying)
12 + 15 + 2 + 9 = 38% lihai dalam melobi cuma bisa memberikan kontribusi 38 persen pada pencapaian kesuksesan.

4. Komponen Lucky (Mujur)
M-U-J-U-R (Lucky)
13 + 21 + 10 + 21 + 18 = 83%, wih lumayan besar nih faktor mujur untuk menggapai sebuah kesuksesan di negeri ini, pantesan banyak yang punya nama Untung, lalu bejo ternyata kontribusinya besar bro, jauh meninggalkan faktor komponen lain

5. Komponen Attitude (Sikap)
S-I-K-A-P (Attitude)
19 + 9 + 11 + 1 + 16 = 46%, punya sikap yang bagus ternyata di negeri ini tidak terlalu signifikan untuk menggapai sukses beda dengan di negeri bule sono yang mana sikap bisa mendukung kesuksesan hingga 100 persen,

lalu apa dong komponen yang lebih banyak menjadikan orang sukses di negeri ini, ternyata……………..
K-O-R-U-P-S-I
11 + 15 + 18 + 21 + 16 + 19 + 9 = 109 % Gilaaaaa, Bussyettttttttt makanya kebanyakan orang berhasil di Indonesia kok terlibat Korupsi ini dia biangnya.

FAKTA MENARIK


TENTANG KORUPSI

  • Antara korupsi dan komisi
    • KORUPSI : penghasilanya dapat melebihi kemampuanya seperti manusia yang mampu beli nasi tapi makan tahinya sendiri
    • Komisi : mendapat uang sesuai kemampuanya dan mengunakan sesuai kewajaranya
  • antara RAKYAT  dan RAYAP
    • Rakyat : takut telat bayar pajak  
    • RAYAP : Makan rakyat yg bayar pajak 
    • untung yang tidak bayar pajak tidak dimakan rayap ya, 
  • Antara ada dan tiada
    • ada : semua nyata ada dan bisa lihat 
    • tiada : semua ada disulap ngk ada lalu diadakan lagi kalo ngk ada katanya harus ada kalo sudah ada itu punya saya.
  • antara DPR, MPR DAN RAKYAT
    • DPR : saya hanya wakil dari rakyat tapi saya suka injak-injak rakyat karna sudah hobi maka pilih saya lagi tahun depan 
    • MPR : saya yang memutuskan RAKYAT melarat atau merayap
    • RAKYAT : SAYA TERIMA SEMUA KARNA SAYA HANYA RAKYAT TAPI KALIAN HARUS BUAT SAYA SEMENDERITA MUNGKIN, TERIMAKASIH

DEFINISI KORUPSI



Korupsi (bahasa Latin: corruptio dari kata kerja corrumpere yang bermakna busuk, rusak, menggoyahkan, memutarbalik, menyogok) atau rasuah adalah tindakan pejabat publik, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan publik yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.
Dari sudut pandang Umum, tindak pidana korupsi secara garis besar memenuhi unsur-unsur sebagai berikut:
  • Tidak takut pada Tuhan dan tidak menganggap adanya Tuhan
  • Kenikmatan hanya didunia dengan sering menganiaya RAKYAT DAN MEMPERBUDAKNYA
  • Menganggap Rakyat adalah BABU yg harus setor uang dan memenuhi kebutuhanya
  • Karna sudah membuat hukum dan melangarnya 
  • Penyalahgunaan kewenangan, kesempatan, atau sarana, 
  • memperkaya diri sendiri, orang lain, atau korporasi, dan
  • merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.
Jenis tindak pidana korupsi di antaranya, namun bukan semuanya, adalah
  • memberi atau menerima hadiah atau janji (penyuapan), karna tidak ada orang yang tahu (karna dia bukan orang)
  • penggelapan dalam jabatan, mbahe maling anak e celeng
  • pemerasan dalam jabatan, icek-icek seng kuat koyok lintah darat
  • ikut serta dalam pengadaan (nggadakno seng ganok lek wes ono disengetno), dan
  • menerima gratifikasi (bagi pegawai negeri/penyelenggara negara).
Dalam arti yang luas, korupsi atau korupsi politis adalah penyalahgunaan jabatan resmi untuk keuntungan pribadi. Semua bentuk pemerintah|pemerintahan rentan korupsi dalam prakteknya. Beratnya korupsi berbeda-beda, dari yang paling ringan dalam bentuk penggunaan pengaruh dan dukungan untuk memberi dan menerima pertolongan, sampai dengan korupsi berat yang diresmikan, dan sebagainya. Titik ujung korupsi adalah kleptokrasi, yang arti harafiahnya pemerintahan oleh para pencuri, dimana pura-pura bertindak jujur pun tidak ada sama sekali.
Korupsi yang muncul di bidang politik dan birokrasi bisa berbentuk sepele atau berat, terorganisasi atau tidak. Walau korupsi sering memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi itu sendiri tidak terbatas dalam hal-hal ini saja. Untuk mempelajari masalah ini dan membuat solusinya, sangat penting untuk membedakan antara korupsi dan kriminalitas|kejahatan.
Tergantung dari negaranya atau wilayah hukumnya, ada perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh, pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.